Minggu, 20 Oktober 2013

Bukan TKI Biasa



KAMI  BUKAN  TKI BIASA
Fenomena TKI.
    TKI (Tenaga Kerja Indonesia), sebuah akronim yang tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia. Merupakan sebuah entiti Komunitas Pekerja yang mengadu nasib di negeri orang. Mencoba untuk mengubah haluan hidup kearah yang lebih baik. Demi tercapainya impian dan cita-cita mencerahkan mas depan keluarga.
   Kondisi ekonomi keluargayang tak menentu, menjadi faktor utama para TKI. Khususnya para remaja- yang notabene masih mempunyai peluang masa depan, terpaksa harus bergelut dengan nasib di rantau orang. Semangat membara dalam diri mereka, seolah tak terbantahkan dengan keadaan macam macam manapun. Hanya satu impian mereka, yakni ingin mendapatkan kesejahteraan dan kehidupan yang layak seperti impian orang lain pada umumnya.
   Itulah fenomena kehidupan  para TKI yang berjuang keras dalam mencari Ringgit demi diri dan keluarganya. Tak mengenal lelah dalam kehidupan. Begitu juga istilah menyerah dan putus asa tidak ada dalam kamus hidup mereka (survival system).
   Prospek tak menentu.
   Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin dinamis, para TKI dituntut untuk berdikari. Baik secara moral-spiritual maupun sosial-pendidikan dalam menghadapu segala tantangan yang menghadang. Oleh karena itulah, peran ”IPMI” (Iatan Pekerja Muslim Indonesia) sebagai organisasi yang bergerakdalam bidang sosial-keagamaan, yang didirikan pada tahun 1997-berorientasi pada pembentukan moral-spiritual, mempunyai peranan yang signifikan terhadap eksistensi para TKI itu sendiri. Dimana salah satu fungsinya adalah mewujudkan makluk yang bernama TKI ini, menjadi manusia yang bermartabat, berbudi pekerti luhur dan penuh tanggung jawab diatas landasan ukhuwah islamiyah. Begitu  juga peran instansi pendidikan, seperti “UNIVERSITAS TERBUKA”/UT dimalaysia ini memberikan wadah informasi pendidikan untuk para TKI. Agar mengenal lebih lanjut mengenai arti sebuah PENDIDIKAN DAN ILMU PENGETAHUAN. Instansi yang terletak di bandar Kuala Lumpur ini, secara formalitas tidak hanya menyediakan pelayanan pendidikan perguruan tinggi yang bersifat teori dan praktikal saja.  Akan tetapi lebih dari itu, lembaga pendidikan yang diakui 10 terbesar Universitas di dunia ini, juga siap menghantar para TKI menjadi Insan yang Sukses, berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara. Ironisnya, banyak para TKI diluar sana, yang masih belum faham pentingnya sebuah pendidikan!... Sehingga sebagian diantara mereka belum ada rasa ghiroh/semangat, bahkan tidak siap untuk mengikuti progam-progam pendidikan yang ditawarkan oleh pihak Universitas pendidikan yang ditawarkan oleh pihak Universitas Terbuka. Alhasil, prospek masa depan para TKI masih menjadi tanda tanya Besar hingga saat ini??...
   Sang Pahlawan Devisa
   Meskipun prospek para TKI masih menjadi tanda tanya?... Setidaknya, para perantau negri orang tersebut sudah memberikan kontribusi besar terhadap negara Indonesia. Sebagai buktinya adalah mereka telah menaikkan indek Prosentase Devisa. Menurut data yang diperlihatkan BNP2TKI, jumlah TKI di Malaysia sampai bulan juli 2012 mencapai hampir 1.9 juta orang. “kalau dilihat  dari Remitansi, juga tinggi dari malaysia yaitu US$ 1.3 miliar, sedangkan Arab Saudi US$ 1.1 Miliar, itu sampai juli 2012”, kata Lisna Y Poelongon. Deputi perlindungan BNP2TKI kepada detik finang.com di gedeung Bank Indonesia, Rabu (26/09/2012)1.
   Disamping itu , keberadaan mereka juga berpengaruh sekali dalam mengeratkan hubungan diplomasi 2 Negara, antara  Malaysia dan Indonesia. Sehingga kerja sama negara Serumpun dalam bidang sosial, politik, ekonomi, pariwisata dan budaya tersebut dapat diselaraskan secara ideal. Minimal hubungan diplomasi antara keduanya terjalin erat, harmonis dan penuh nilai-nilai kemanusiaan, tanpa ada rasa permusuhan atau peperangan. Jadi pada kesimpulannya, keberadaan mereka sebagai sang pahlawan Devisa tidak bisa dianggap sepele. Stigma negatif dari pada sebagian masyarakat Indonesia terhadap para TKI ini, harus dibuang jauh-jauh. Karena jasa dan sumbangan Devisa mereka, bisa kita rasakan manfaaatnya hingga hari ini.
   Kami Bukan TKI Biasa
   Iya... Betul! Kami bukan TKI biasa....!
Tapi, kami ingin menjadi TKI Yang SUPER LUAR BIASA!!!..... kami tidak mau lagi dikungkung oleh Paradigma Kapitalisme!... di kooptasi oleh Dogma Industrialisme!.... dan kami mau menjadi TKI berpendidikan, berwawasan luas dan mencoba berusaha menjadi yang terbaik berguna bagi masyarakat dan negara kelak.
   Disinilah peran Universitas Terbuka di Malaysia, telah membuka kran kesempatan emas buat  para TKI. Fungsinya tidak hanya terbatas dalam pendidikan formal. UT juga mempunyai peranan penting dari pada itu, yakni sebagai “AGEN OF CHANGE” (Agen perubahan). Membina, mendidik, mengarahkan dan merubah para TKI menjadi manusia yang bertamaddun. Ibarat pepatah mengatakan, “tinggi rendah derajat sesorang, karena ILMU”.
   Kepada para TKI-Uters di Malaysia, dimanapun saja anda berada.... di Mlaysia barat maupun semenanjung, mari kita sama-sams memanfaatkan peluang emas ini bersama UNIVERSITAS TERBUKA untuk menjadi insan berpendidikan dan bermartabat, walaupun status kita sebagai TKI. Karena kami yakin, “ANDA BUKAN TKI BIASA”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar